H. Masruri, S.Ag
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.“ (QS : Ar-Ruum:21)
Dalam ayat diatas, Allah menyampaikan bahwa manusia
diciptakan berpasangan antara istri dan suaminya untuk mendapatkan keternangan,
keterntraman, dan kasih sayang. Hal tersebut merupakan tanda kuasa Allah dan
nikmat yang diberikan bagi mereka yang bisa mengambil pelajarannya.
Keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah adalah
istilah sekaligus doa yang sering kali dipanjatkan dan diharapkan oleh para
muslim yang telah menikah dan membina keluarga. Keluarga sakinah, mawaddah, dan
rahmah tentunya bukan hanya sekedar semboyan belaka dalam ajaran islam. Hal ini
menjadi tujuan dari pernikahan sekaligus nikmat yang Allah berikan bagi mereka
yang mampu membina keluarganya.
Seperti apakah keluarga sakinah, mawaddah, dan
warahmah? Dan apa ciri-cirinya keluarga tersebut menjadi keluarga yang pernuh
cinta, berkah dan rahmat-Nya?
Sakinah
Sakinah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah
ketenangan, ketentraman, aman atau damai. Lawan kata dari ketentraman atau
ketenangan adalah keguncangan, keresahan, kehancuran. Sebagaimana arti kata
tersebut, keluarga sakinah berarti keluarga yang didalamnya mengandung
ketenangan, ketentraman, keamanan, dan kedamaian antar anggota keluarganya.
Keluarga yang sakinah berlawanan dengan keluarga yang penuh keresahan,
kecurigaan, dan kehancuran.
Kita
bisa melihat keluarga yang tidak sakinah contohnya adalah keluarga yang
didalamnya penuh perkelahian, kecurigaan antar pasangan, bahkan berpotensi
terhadap adanya konflik yang berujung perceraian. Ketidakpercayaan adalah salah
satu aspek yang membuat gagal keluarga sakinah terwujud. Misalnya saja pasangan
saling mencurigai, adanya pihak atau orang yang mengguncang rumah
tangga atau perlawanan istri terhadap suami. Hukum melawan suami menurut
islam tentunya menjadi hal yang harus
diketahui pula oleh istri untuk menjaga sakinah dalam keluarga.
Dengan adanya ketenangan, ketentraman, rasa aman,
kedamaian maka keguncangan di dalam keluarga tidak akan terjadi. Masing-masing
anggota keluarga dapat memikirkan pemecahan masalah secara jernih dan menyentuh
intinya. Tanpa ketenangan maka sulit masing-masing bisa berpikir dengan jernih,
dan mau bermusyawarah, yang ada justru perdebatan, dan perkelahian yang tidak
mampu menyelesaikan masalah. Konflik dalam keluarga akan
mudah terjadi tanpa adanya sakinah dalam keluarga.
Mawaddah
Mawaddah
berasal pula dari bahasa Arab yang artinya adalah perasaan kasih sayang, cinta
yang membara, dan menggebu. Mawaddah ini khususnya digunakan untuk istilah
perasaan cinta yang menggebu pada pasangannya. Dalam islam, mawaddah ini adalah
fitrah yang pasti dimiliki oleh manusia. Muncul perasan cinta yang menggebu ini
karena hal-hal yang sebabnya bisa dari aspek kecantikan atau ketampanan
pasangannya, moralitas, kedudukan dan hal-hal lain yang melekat pada
pasangannya atau manusia ciptaan Allah. Kriteria calon istri menurut islam dan kriteria calon suami menurut
islam bisa menjadi aspek yang perlu
dipertimbangkan untuk memunculkan cinta pada pasangan nantinya.
Adanya perasaan mawaddah pastinya mampu membuat rumah
tangga penuh cinta dan sayang. Tanpa adanya cinta tentunya keluarga menjadi
hambar. Adanya cinta membuat pasangan suami istri serta anak-anak mau
berkorban, mau memberikan sesuatu yang lebih untuk keluarganya. Perasaan cinta
mampu memberikan perasaan saling memiliki dan saling menjaga.
Keluarga
yang ada perasaan mawaddah tentunya memunculkan nafsu yang positif (nafsu yang
halal dalam aspek pernikahan). Kita bisa melihat, keluarga yang tidak ada
mawaddah tentunya tidak akan saling memberikan
dukungan, hambar, yang membuat rumah tangga pun seperti sepi. Perselingkuhan dalam rumah
tangga bisa saja terjadi jika mawaddah
tidak ada dalam keluarga. Masing-masing pasangan akan mencari cinta
lain dari orang lain.
Keluarga yang penuh mawaddah bukan terbentuk hanya
karena jalan yang instan saja. Perasaan cinta dalam keluarga tumbuh dan
berkembang karena proses dipupuknya lewat cinta suami istri serta anak-anak.
Keindahan keluarga mawaddah tentunya sangat didambakan bagi setiap manusia,
karena hal tersebut fitrah dari setiap makhluk.
Rahmah
Kata Rahmah berasal dari bahasa arab yang artinya
adalah ampunan, rahmat, rezeki, dan karunia. Rahmah terbesar tentu berasal dari
Allah SWT yang diberikan pada keluarga yang terjaga rasa cinta, kasih sayang,
dan juga kepercayaan. Keluarga yang rahmah tidak mungkin muncul hanya sekejap
melainkan muncul karena proses adanya saling membutuhkan, saling menutupi
kekurangan, saling memahami, dan memberikan pengertian.
Rahmah atau karunia dan rezeki dalam keluarga adalah
karena proses dan kesabaran suami istri dalam membina rumah tangganya, serta
melewati pengorbanan juga kekuatan jiwa. Dengan prosesnya yang penuh kesabaran,
karunia itu pun juga akan diberikan oleh Allah sebagai bentuk cinta tertinggi
dalam keluarga.
Rahmah tidak terwujud jika suami dan istri saling
mendurhakai. Untuk itu perlu memahami pula mengenai ciri-ciri suami durhaka terhadap
istri dan ciri-ciri istri durhaka terhadap
suami.
Ciri-ciri Keluarga Sakinah, Mawaddah dan Warahmah
Setelah
mengetahui makna keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, pada intinya
masing-masing dalam rumah tangga mampu mengetahui cara menjaga keharmonisan dalam rumah
tangga menurut islam, sehingga tidak terjadi kekacuan. Berikut
merupakan ciri-ciri atau karakterstik yang bisa menggambarkan seperti apakah
keluarga tersebut.
1.
Semua anggota keluarga memiiki iman, taqwadan akhlaqul
karimah yang kuat yang direalisasikan
dalam kehidupan sehari-hari, dengan menegakkan shalat berjamaah. tadarus Alquran, mengawali dan
mengakhiri aktivitas dengan doa.
2.
Terdapat cinta, kasih sayang, dan rasa saling memiliki
yang terjaga satu sama lain
3.
Terdapat ketenangan dan ketentraman yang terjaga, bukan
konflik atau mengarah pada perceraian
4.
Keikhlasan dan ketulusan peran yang diberikan
masing-masing anggota keluarga, baik peran dari suami sebagai kepala rumah
tangga, istri sebagai ibu juga megelola amanah suami, serta anak anak yang
menjadi amanah dari Allah untuk diberikan pendidikan yang baik .
5.
Kecintaan yang mengarahkan kepada cinta Illahiah dan
Nilai Agama, bukan hanya kecintaan terhadap makhluk atau hawa nafsu semata
6.
Jauh dari ketidakpercayaan, kecurigaan, dan perasaan
was-was antar pasangan
7.
Mampu menjaga satu sama lain dalam aspek keimanan dan
ibadah, bukan saling menjerumuskan atau saling menghancurkan satu sama lain
8.
Mampu menjaga pergaulan dalam islam,
tidak melakukan penyelewengan apalagi pengkhianatan sesama pasangan
9.
Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi
dalam keluarga mulai dari rezeki, kebutuhan dorongan sexual, dan rasa memiliki
satu sama lain
10. Mendukung karir,
profesi satu sama lain yang diwujudkan untuk sama-sama membangun keluarga dan
membangun ummat sebagai amanah dari Allah SWT.
11. Semua anggota keluarga
menyatakan dan telah merasakan bahwa rumahku adalah surgaku (baitii jannatii).
Tujuan dan
Manfaat Berkeluarga
Keluarga adalah unit terkecil dalam sebuah masyarakat.
Keluarga bukan hanya sekedar hubungan formal antara suami, istri, dan anak-anak
namun juga memiliki fungsi dan tugas tersendiri dalam masyarakat. Allah tidak
pernah memberikan sebuah aturan dan menciptakan sesuatu tanpa ada alasan dan
manfaat yang akan diperoleh. Semua aturan yang diberikan Allah senantiasa
dikembalikan kepada misi dan penciptaan manusia di muka bumi ini.
Berluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah adalah
perintah Allah yang juga diberikan kepada keluarga untuk diwujudkan bersama.
Dengan adanya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah hal ini akan mampu
membantu misi dan tujuan dalam keluarga yang islami bisa terwujud.
1.
Menunjang Misi Kekhalifahan Manusia di Muka Bumi
”Dan tidaklah Aku
menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adzariyat :
56)
Manusia diciptakan oleh Allah di muka bumi semata-mata
untuk beribadah kepada Allah. Dengan adanya keluarga yang sakinah, mawaddah dan
rahmah maka tujuan beribadah kepada Allah sebagai satu-satunya Illah mampu
dibentuk, dikondisikan, dan saling didukung dari keluarga. Keluarga sakinah mawaddah
dan rahmah anggotanya, baik suami, istri, dan anak-anak akan saling mengarahkan
untuk menjalankan misi ibadah kepada Allah. Keluarga sakinah mawaddah rahmah
bukan hanya cinta manusia belaka, namun lebih jauh cinta kepada keillahiahan.
“Ingatlah ketika
Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi. . . . ” (QS Al-Baqarah : 30)
Allah pun menciptakan manusia untuk menjadi khalifah
fil ard. Khalifah fil ard artinya adalah manusia melaksanakan pembangunan dan
memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk kemakmuran di muka bumi lewat jalan
apapun. Bisa menjadi ibu rumah tangga, profesi, memberdayakan ummat, dsb.
Dengan adanya keluarga sakinah yang penuh cinta dan
kasih sayang, maka misi kekhalifahan ini bisa dilakukan dengan penuh semangat,
dukungan dan juga saling membantu untuk menutupi kekurangan. Adanya profesi
atau karir dari masing-masing suami, istri justru bukan malah menjauh dan
saling tidak bertatap wajah. Adanya hal tersebut justru membuat mereka saling
mendukung agar masing-masing juga banyak berkarya untuk agama dan bangsa,
karena keluarga bagian dari pembangunan ummat.
2.
Menjadi Ladang Ibadah dan Beramal ShalihÏ
“Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu.” (QS : At Tahrim: 6)
Allah SWT. memerintahkan kepada manusia untuk menjaga
diri dan keluarga dari api neraka. Artinya, untuk menjauhi api neraka manusia
diperintahkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan yang shaleh. Hal ini belum
tentu mudah jika dijalankan sendirian. Untuk itu, adanya keluarga yang baik dan
sesuai harapan Allah tentunya keluarga pun bisa menjadi ladang ibadah dan amal
shalih karena banyak yang bisa dilakukan dalam sebuah keluarga.
Seorang
ayah yang bekerja mencari nafkah halal demi menghidupi keluarga dan anak
anaknya tentu menjadi pahala dan amal ibadah sendiri dalam keluarga. Begitupun
seorang ibu yang mengurus rumah tangga atau membantu suami untuk menghidupi
keluarga adalah ladang ibadah dan amal shalih tersendiri. Kewajiban istri terhadap suami dalam
islam bisa menjadi ladang ibadah
tersendiri. Begitupun Kewajiban suami terhadap istri adalah
pahala tersendiri bagi suami dalam keluarga. Mendidik anak dalam islam juga
merupakan bagian dari
Ladang ibadah dan amal shalih hanya akan bisa
dilakukan secara kondusif oleh keluarga yang terjaga rasa cinta, sayang, dan
penuh dengan ketulusan dalam menjalankannya. Untuk itu diperlukan keluarga
dalam sakinah, mawaddah, wa rahmah yang bisa menjalankan ibadah dan amal shalih
dengan semaksimalnya.
3. Tempat menuai cinta,
kasih, sayang dan memenuhi kebutuhan
“Allah menjadikan bagi
kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari
isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang
baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari
nikmat Allah ?” (QS An-Nahl : 72)
Allah
memberikan rezeki yang baik-baik salah satunya memberikan nikmat keluarga dan
keturunan. Hal tersebut tentunya hal yang mahal dalam sebuah ikatan keluarga.
Karena tidak semuanya dapat menikmati hal tersebut. Padahal, keluarga dan
perasaan kenyamanan cinta adalah fitrah yang menjadi
kebutuhan setiap manusia. Wanita shalehah idaman pria
shaleh adalah salah satu bentuk
kebahagiaan tersendiri dalam keluarga.
Dengan adanya keluarga sakinah mawaddah wa rahman,
tentunya kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan manusia bisa dipenuhi dalam keluarga.
Kebutuhan tersebut mulai dari rasa aman, tentram, rezeki berupa harta, cinta,
sexual dari pasangan, kehormatan, dan tentunya bentuk-bentuk ibadah yang bisa
dilakukan dalam amal salih berkeluarga.
Istri adalah amanah dari suami begitupun
sebaliknya. Membangun rumah tangga dalam
islam bukan hanya amanah suami dan istri, namun lebih jauh
dari itu adalah amanah dari Allah karena pernikahan dalam islam dibentuk atas
dasar nama Allah. Keluarga dan Rumah tangga bukanlah tanpa ada peselisihan dan
ujian, namun atas dasar dan nilai-nilai agama semua itu mampu diselesaikan
hingga tidak ada lagi perselisihan.
Keluarga Sakinah, Mawaddah dan warahmah bukan hanya tujuan, melainkan proses
untuk menggapai kebahagiaan lebih dari dunia, yaitu kebahagiaan di akhirat bisa
berkumpul dan reuni bersama keluarga di surganya Allah atau masuk surga bersama
keluarga.
0 Komentar