Allah menciptakan manusia
dua jenis pria dan wanita, yang masing
masing-masing punya peran yang berbeda, namun dihadapan Allah yang paling mulia
adalah yang bertaqwa. Setiap wanita muslimah harusnya menyadari bahwa apa yang
Allah wajibkan atas dirinya berupa tugas atau amalan-amalan ibadah dan ketaatan
dalam islam ,semuanya merupakan bentuk keistimewaan yang dikhususkan Allah
atasnya , sehingga tiada alasan baginya untuk melalaikan semua kewajiban yang
diembannya.
Diantara kewajiban
seorang wanita muslimah yang patut dilakukan dan dijaga adalah ;
1.Menjaga shalat 5 waktu
dan melakanakannya diawal waktu. Shalat ini tidak boleh dilalaikan sebab ia
merupakan rukun kedua dalam agama islam, barangsiapa yang meninggalkannya maka
ia telah merobohkan tiang agamanya sendiri. Selain shalat wajib seorang wanita
juga dianjurkan untuk melaksanakan shalat-shalat sunat misalnya shalat sunat
rawatib , shalat tahajud, shalat witir , shalat dhuha , shalat wudhu dan
shalat-shalat sunat lainnya.
2.Melaksanakan
rukun-rukun islam lainnya seperti puasa, zakat , dan haji jika mampu. Tiga
rukun ini merupakan amalan yang sangat penting dan banyak pahalanya disisi
Allah baik bagi laki-laki maupun wanita. Terkhusus ibadah haji sangat besar
keutamaannya atas kaum wanita yang bisa melaksanakannya, sebagaimana dalam
hadis bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah
shallallahu’alaihi wasallam : Wahai
Rasulullah ,apakah ada jihad untuk kaum wanita ?,
beliau menjawab : “Ya, mereka memiliki
jihad yang tidak ada peperangan didalamnya yaitu : Ibadah haji dan umrah” (HR
Ahmad, dan Ibnu Majah ).
Ini menunjukkan ibadah
haji bagi seorang muslimah sama dengan keluar berjihad memerangi orang-orang
kafir , dan apabila ia wafat tatkala menunaikan haji tersebut, maka ia
terhitung sebagai orang yang mati syahid. Hal ini disebabkan karena dalam
ibadah haji atau umrah seorang wanita yang fitrahnya lemah dituntut untuk
berjuang melaksanakan amalan yang tidak begitu ringan baginya.
Selain itu seorang
muslimah juga disunatkan melaksanakan amalan-amalan sunat seperti banyak
bersedekah,melaksanakan umrah, dan puasa sunat senin kamis, atau puasa 3 hari
dalam sebulan. Khusus masalah sedekah ini Rasulullah shallallahu’alaihi
wasallam telah memotivasi kaum wanita untuk melakukannya dalam hadisnya… :
Artinya : “Wahai sekalian wanita, bersedekahlah, karena sesungguhnya diperlihatkan
padaku (dalam mimpi) bahwa kalian adalah penduduk neraka yang terbanyak…” (HR
Bukhari : 203)
3.Bagi yang telah
menikah, diwajibkan baginya untuk mentaati dan memuliakan sang suami,
berkhidmat kepadanya dengan penuh keikhlasan , dan tidak berbicara kasar atau
durhaka terhadapnya. Karena sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa salah
satu sebab kenapa kaum hawa akan menjadi ahli neraka yang terbanyak adalah
adanya kedurhakaan terhadap sang suami, sebagaimana dalam hadis Rasulullah
shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Diperlihatkan
kepadaku tentang neraka, ternyata penghuninya yang paling banyak adalah kaum
wanita, disebabkan mereka kufur”, Kemudian Rasulullah ditanya : Apakah karena
mereka kufur terhadap Allah ?, beliau menjawab : “Mereka kufur terhadap suami
mereka, mereka kufur terhadap kebaikan (suami mereka), walaupun engkau (sang
suami) berbuat baik kepadanya selama hidupnya, lalu ia melihat dirimu melakukan
satu kesalahan saja maka ia berkata ; saya tidak pernah melihat kebaikanmu”. (HR
Bukhari Muslim).
Adapun wanita yang
mentaati suaminya maka ia adalah wanita yang paling utama ,dalam suatu hadis
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ditanya : Wahai Rasulullah, wanita apakah yang paling utama ?, Beliau
menjawab : “Yaitu wanita yang membuat
suaminya senang ketika memandangnya, yang mentaati suaminya ketika menyuruhnya,
dan tidak melakukan apa-apa terhadap dirinya dan harta suaminya kecuali atas
seizinnya”. (HR Hakim).
4.Menjaga kehormatan dan
kemuliaan diri. Diantara bentuk menjaga kehormatan diri adalah ;
1.Menjauhi zina dan
hal-hal yang bisa menjerumuskan kedalamnya seperti pacaran dan pergaulan bebas.
Allah ta’ala berfirman ;
Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina “ (Al-Isra’
; 32).
2.Memakai jilbab syar’i
dan menutup aurat serta tidak memperlihatkannya kepada orang yang bukan mahram.
Adapun syarat menutup aurat adalah ;
a.Pakaian harusnya
longgar dan kainnya agak tebal serta tidak ketat dan tipis agar tidak membentuk
lekuk-lekuk tubuh.
b.Menutupi seluruh aurat
tanpa terkecuali.
c.Tidak menyerupai
pakaian laki-laki atau wanita-wanita kafir.
d.Warna dan wangi pakaian
tidak terlalu mencolok.
Menutup aurat ini
merupakan kewajiban yang telah banyak dilalaikan kaum muslimah, padahal dalam
Al-Quran Allah telah memerintahkannya sebagaimana firmanNya ;
Artinya : “Wahai nabi, katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak
perempuanmu dan istri-istri orang mukmin “hendaklah mereka menutupkan jilbabnya
keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali
sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS
Al-Ahzab ; 59)
5.Mendidik putra putri
dengan pendidikan agama dan akhlak yang baik. Pendidikan anak ini sangatlah
penting karena putera puteri kita merupakan nikmat sekaligus amanat dari
Allah.Dalam hadis :
Artinya : “Setiap kalian adalah penanggungjawab, dan setiap kalian akan
dimintai pertanggungjawaban akan tanggungjawabnya, seorang pemimpin adalah
penanggungjawab (bagi rakyatnya) dan akan dimintai pertanggungjawaban atasnya,
seorang suami adalah penanggungjawab bagi keluarganya dan akan dimintai
pertanggungjawaban atasnya, dan istri adalah penanggungjawab atas rumah suami
(dan anak-anaknya) dan akan dimintai pertanggungjawaban atasnya..” (HR
Bukhari dan Muslim).
Barangsiapa yang mendidik
mereka dengan baik sehingga mereka menjadi anak yang shalih dan shalihah maka
ia telah menjalankan amanat ini dengan sebaik-baiknya, dan Allah akan
menjadikan mereka sebagai salah satu sebab keselamatan orang tua diakhirat
kelak. Bahkan anak yang shalih inilah yang akan menjadi tabungan pahala ayah
ibu didunia ketika mereka telah wafat ,amalan shalih yang dikerjakan oleh sang
anak senantiasa mengalir pahalanya kepada ayah ibu yang mendidiknya di alam
kubur dan doanya untuk ayah ibunya sangat mustajab di sisi Allah ta’ala.
Sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ;
“Jika
anak Adam telah meninggal semua amalnya telah terputus (pahalanya) kecuali dari
tiga ; sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat (yang ia pernah ajarkan)
,atau anak shalih yang selalu mendoakannya” (HR Muslim).
Sebaliknya jika orang tua
melalaikan pendidikan sang anak ,kemudian ia tumbuh diatas maksiat dan dosa,
maka tentu diakhirat kelak Allah akan memintai pertanggungjawaban orang tua /
ibu ayahnya atas kelalaian mereka, dan menjadikan sang anak tersebut sebagai
salah satu sebab kebinasaan dan masuknya keduanya dalam api neraka. Semoga
Allah menjadikan putera-puteri kita sebagai orang-orang shalih dan shalihah.
Aamiin.
Diantara contohnya ;
mendidik mereka agar membiasakan shalat,puasa,dan sedekah sejak kecil,
mengajarkan mereka aqidah dan akhlak yang benar, serta memperingatkan mereka
dari bahaya sekte-sekte sesat seperti Syiah, Ahmadiyah,dan Islam jama’ah,
melarang mereka dari pacaran, hura-hura dan pergaulan bebas.
6.Banyak berzikir
mengingat Allah dan menjauhi ghibah.
Zikir sangat banyak
manfaatnya bagi seorang muslimah, sebab dapat menenangkan hati dan menentramkan
jiwa. Allah ta’ala berfirman :
Artinya : “Ingatlah hanyalah dengan mengingat Allah hati menjadi
tenang” (Ar ra’d ; 28)
Selian itu juga, wanita
yang terbiasa berzikir kepada Allah, akan membuatnya menjaga diri dari mengingat
dan menyebut-nyebut aib orang lain atau menggunjing. Dulu wanita para salaf sangatlah menjaga dzikrullah,sehingga
dikisahkan ada salah seorang wanita bernama Rabi’ah,tatkala ia menghidangkan
makanan kepada suaminya,Ahmad Al Hawaary,ia berkata : “Wahai suamiku,makanlah
makanan ini,karena sungguh makanan ini tidaklah masak kecuali dengan diiringi
dzikir”.
Adapun kebiasaan suka
menggunjing (ghibah) maka ini adalah kebiasaan buruk yang banyak terjadi
dikalangan para wanita, padahal Allah telah menyamakan orang yang menggunjing
ini dengan pemakan bangkai sebagaimana dalam firmanNya ;
Artinya : “..dan janganlah diantara kamu ada yang menggunjing sebagian
yang lain.Apakah diantara kamu ada yang suka memakan daging saudaranya yang
sudah mati ? tentu kamu merasa jijik dengannya…” (QS Al
Hujurat ; 12)
7.Banyak bersabar dan
tidak mudah mengeluh. Salah satu sifat dasar wanita adalah cepat mengeluh dan
tidak sabaran karena adanya sifat lemah dalam dirinya. Sebab itu seorang
muslimah seharusnya bisa mengendalikan dirinya ketika tertimpa musibah sehingga
tidak melakukan larangan-larangan Allah ta’ala seperti cepat mengeluh,
berteriak-teriak , menampar pipi, menyobek pakaiannya, atau perbuatan buruk
lainnya yang menandakan adanya ketidaksabaran dalam dirinya. Dalam salah satu
hadisnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memperingatkan : “Bukan dari golongan kami orang yang menampar pipinya,
mengoyak-ngoyak pakaiannya dan berteriak-teriak ala jahiliyah (ketika tertimpa
musibah)” (HR Bukhari Muslim).
8.Senantiasa menjaga
keikhlasan dalam setiap amalan, dan tidak beribadah kecuali sesuai dengan
petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Karena dua perkara ini (rasa
ikhlas dan mengikuti petunjuk Nabi) merupakan syarat sahnya suatu amalan ibadah
seorang muslim. Sebanyak apapun ibadah yang kita lakukan tapi kalau tidak
dibarengi dengan hati yang ikhlas maka akan sia-sia belaka karena Allah hanya
menerima ibadahnya orang-orang yang ikhlas, Rasulullah shallallahu’alaihi
wasallam bersabda ; “Sesungguhnya amalan itu
tergantung niatnya ” (HR Bukhari Muslim).
Sebaliknya barangsiapa
yang telah ikhlas namun ibadah yang ia lakukan ternyata tidak sesuai petunjuk
Nabi, maka ibadahnya tersebut tertolak dan niat ikhlasnya tidak bermanfaat sama
sekali. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda ; “Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak sesuai
dengan perkara kami (islam), maka amalannya tertolak” (HR
Bukhari Muslim)
9.Selalu berakhlak baik
dan berteman dengan muslimah yang baik-baik.
Seorang muslimah yang
baik adalah yang bisa menjaga nilai-nilai islam dalam diri dan akhlaknya dalam
bergaul, senantiasa bergaul dengan wanita yang baik-baik dan menjauhi wanita
yang berperangai buruk karena teman yang buruk bisa saja menjerumuskan seorang
muslimah dalam kemaksiatan dan dosa. Rasulullah bersabda ; “Setiap orang tergantung dari agama (akhlak) saudaranya, maka
hendaknya kalian memilih siapa yang hendak dijadikan sebagai sahabatnya” (HR
Muslim).
10.Mempelajari aqidah dan
tauhid yang benar, serta menjauhi segala macam bentuk kesyirikan dan kekufuran.
Dengan menjaga hal-hal
diatas serta konsisten melaksanakannya maka seorang wanita muslimah akan
mendapatkan janji Allah dan RasulNya.
Allah ta’ala berfirman :
Artinya : “Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan baik laki-laki
maupun perempuan sedang dia beriman maka mereka itu masuk kedalam surga dan
mereka tidak dizalimi sedikitpun”. (An Nisa’ : 124)
Rasulullah
shallallahu’alaihi wasallam bersabda ; “Jika
seorang wanita telah melaksanakan shalat 5 waktu, berpuasa ramadhan,menjaga
kemaluannya, dan mentaati suaminya maka dihari kiamat kelak ia akan diseru ;
masuklah engkau kedalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki” (HR
Hakim).
0 Komentar