Oleh: Masruri, S.Ag
PAIF KUA Girisubo
Setiap pasangan pengantin menginginkan kehidupan rumah tangganya samawa, oleh arena itu silahkan mencoba 5 tips yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai berikut insya Allah pasti manjur.
1- Membina Rumah Tangga
dengan Agama
Allah Ta’ala berfirman,
ŁَŲ§ Ų£َŁُّŁَŲ§ Ų§ŁَّŲ°ِŁŁَ Ų¢َŁ
َŁُŁŲ§ ŁُŁŲ§ Ų£َŁْŁُŲ³َŁُŁ
ْ ŁَŲ£َŁْŁِŁŁُŁ
ْ ŁَŲ§Ų±ًŲ§
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At- Tahrim: 6)
Adh-Dhahak dan Maqatil mengenai ayat di
atas,
ŲَŁُّ Ų¹َŁَŁ Ų§ŁŁ
Ų³ْŁِŁ
ِ Ų£َŁْ ŁُŲ¹َŁِّŁ
َ Ų£َŁْŁَŁُ، Ł
ِŁْ ŁُŲ±َŲ§ŲØَŲŖِŁِ ŁَŲ„ِŁ
َŲ§Ų¦ِŁِ ŁَŲ¹َŲØِŁْŲÆِŁِ، Ł
َŲ§ ŁَŲ±َŲ¶َ Ų§ŁŁŁُ Ų¹َŁَŁْŁِŁ
ْ، ŁَŁ
َŲ§ ŁَŁَŲ§ŁُŁ
ُ Ų§ŁŁŁُ Ų¹َŁْŁُ
“Menjadi kewajiban seorang muslim untuk
mengajari keluarganya, termasuk kerabat, sampai pada hamba sahaya laki-laki
atau perempuannya. Ajarkanlah mereka perkara wajib yang Allah perintahkan dan
larangan yang Allah larang.” (HR. Ath-Thabari, dengan sanad shahih dari jalur
Said bin Abi ‘Urubah, dari Qatadah. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 321)
Kepala rumah tangga yang baik mengajak
anaknya untuk shalat sebagaimana yang suri tauladan kita perintahkan,
Ł
ُŲ±ُŁŲ§ Ų£َŁْŁŲ§َŲÆَŁُŁ
ْ ŲØِŲ§ŁŲµَّŁŲ§َŲ©ِ ŁَŁُŁ
ْ Ų£َŲØْŁَŲ§Ų”ُ Ų³َŲØْŲ¹ِ Ų³ِŁِŁŁَ ŁَŲ§Ų¶ْŲ±ِŲØُŁŁُŁ
ْ Ų¹َŁَŁْŁَŲ§ ŁَŁُŁ
ْ Ų£َŲØْŁَŲ§Ų”ُ Ų¹َŲ“ْŲ±ِ Ų³ِŁِŁŁَ
“Perhatikanlah anak-anak kalian untuk
melaksanakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Jika mereka telah berumur 10
tahun, namun mereka enggan, pukullah mereka.” (HR. Abu Daud, no. 495; Ahmad, 2: 180. Al-Hafizh
Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Coba perhatikan nikmatnya jika rumah
tangganya dibina dengan agama. Sungguh nikmat dan seuju. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam pernah menyuruh suami-istri untuk shalat malam bareng,
Ų±َŲِŁ
َ Ų§ŁŁŁُ Ų±َŲ¬ُŁŲ§ً ŁَŲ§Ł
َ Ł
ِŁَ Ų§ŁŁَّŁْŁِ ŁَŲµَŁَّŁ ŁَŲ£َŁْŁَŲøَ Ų§Ł
ْŲ±َŲ£َŲŖَŁُ ŁَŲµَŁَّŲŖْ، ŁَŲ„ِŁْ Ų£َŲØَŲŖْ ŁَŲ¶َŲَ ŁِŁ ŁَŲ¬ْŁِŁَŲ§ Ų§ŁْŁ
َŲ§Ų”َ، ŁَŲ±َŲِŁ
َ Ų§ŁŁŁُ Ų§Ł
ْŲ±َŲ£َŲ©ً ŁَŲ§Ł
َŲŖْ Ł
ِŁَ Ų§ŁŁَّŁْŁِ ŁَŲµَŁَّŲŖْ ŁَŲ£َŁْŁَŲøَŲŖْ Ų²َŁْŲ¬َŁَŲ§ ŁَŲµَŁَّŁ ŁَŲ„ِŁْ Ų£َŲØَŁ ŁَŲ¶َŲَŲŖْ ŁِŁ ŁَŲ¬ْŁِŁِ Ų§ŁْŁ
َŲ§Ų”َ
“Semoga Allah merahmati seorang lelaki
yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya
lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia
percikkan air di wajah istrinya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang
bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si
suami mengerjakan shalat. Bila suaminya enggan untuk bangun, ia percikkan air
di wajah suaminya.” (HR. Abu Daud, no.
1450; An-Nasa’i, no. 1611. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits
ini hasan).
2- Istri Taat Pada Suami
Rumah tangga akan berbahagia, jika istri
itu taat pada suami. Karena istri seperti inilah yang akan menyenangkan hati
suami,
ŁِŁŁَ ŁِŲ±َŲ³ُŁŁِ Ų§ŁŁَّŁِ ŲµَŁَّŁ Ų§ŁŁَّŁُ Ų¹َŁَŁْŁِ ŁَŲ³َŁَّŁ
َ Ų£َŁُّ Ų§ŁŁِّŲ³َŲ§Ų”ِ Ų®َŁْŲ±ٌ ŁَŲ§Łَ Ų§ŁَّŲŖِŁ ŲŖَŲ³ُŲ±ُّŁُ Ų„ِŲ°َŲ§ ŁَŲøَŲ±َ ŁَŲŖُŲ·ِŁŲ¹ُŁُ Ų„ِŲ°َŲ§ Ų£َŁ
َŲ±َ ŁَŁَŲ§ ŲŖُŲ®َŲ§ŁِŁُŁُ ŁِŁ ŁَŁْŲ³ِŁَŲ§ ŁَŁ
َŲ§ŁِŁَŲ§ ŲØِŁ
َŲ§ ŁَŁْŲ±َŁُ
Pernah ditanyakan kepada
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika
dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami
pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai, no. 3231; Ahmad, 2: 251. Syaikh
Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Bahkan istri yang seperti inilah yang
akan dapat jaminan masuk surga lewat pintu surga mana saja yang ia mau.
Disebutkan dalam hadits,
Ų„ِŲ°َŲ§ ŲµَŁَّŲŖِ Ų§ŁْŁ
َŲ±ْŲ£َŲ©ُ Ų®َŁ
ْŲ³َŁَŲ§ ŁَŲµَŲ§Ł
َŲŖْ Ų“َŁْŲ±َŁَŲ§ ŁَŲَŁِŲøَŲŖْ ŁَŲ±ْŲ¬َŁَŲ§ ŁَŲ£َŲ·َŲ§Ų¹َŲŖْ Ų²َŁْŲ¬َŁَŲ§ ŁِŁŁَ ŁَŁَŲ§ Ų§ŲÆْŲ®ُŁِŁ Ų§ŁْŲ¬َŁَّŲ©َ Ł
ِŁْ Ų£َŁِّ Ų£َŲØْŁَŲ§ŲØِ Ų§ŁْŲ¬َŁَّŲ©ِ Ų“ِŲ¦ْŲŖِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga
shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul
menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya,
maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga
melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad, 1: 191; Ibnu Hibban, 9: 471. Syaikh
Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
3- Punya Banyak Anak
Karena makin banyak anak, makin banyak
yang mendo’akan. Namun dituntut anak tersebut adalah anak yang shalih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Ų„ِŲ°َŲ§ Ł
َŲ§ŲŖَ Ų§ŁْŲ„ِŁْŲ³َŲ§Łُ Ų§ŁْŁَŲ·َŲ¹َ Ų¹َŁ
َŁُŁُ Ų„ِŁَّŲ§ Ł
ِŁْ Ų«َŁَŲ§Ų«َŲ©ٍ Ł
ِŁْ ŲµَŲÆَŁَŲ©ٍ Ų¬َŲ§Ų±ِŁَŲ©ٍ ŁَŲ¹ِŁْŁ
ٍ ŁُŁْŲŖَŁَŲ¹ُ ŲØِŁِ ŁَŁَŁَŲÆٍ ŲµَŲ§ŁِŲٍ ŁَŲÆْŲ¹ُŁ ŁَŁُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka
terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang
diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih.” (HR. Muslim no. 1631).
Dari Ma’qil bin Yasaar, ia berkata, “Ada
seseorang yang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Aku
menyukai wanita yang terhormat dan cantik, namun sayangnya wanita itu mandul
(tidak memiliki keturunan). Apakah boleh aku menikah dengannya?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjawab, “Tidak.”
Kemudian ia mendatangan Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam untuk kedua kalinya, masih tetap dilarang.
Sampai ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketiga kalinya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ŲŖَŲ²َŁَّŲ¬ُŁŲ§ Ų§ŁْŁَŲÆُŁŲÆَ Ų§ŁْŁَŁُŁŲÆَ ŁَŲ„ِŁِّŁ Ł
ُŁَŲ§Ų«ِŲ±ٌ ŲØِŁُŁ
ُ Ų§ŁŲ£ُŁ
َŁ
“Nikahilah wanita yang penyayang yang
subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada
hari kiamat kelak.” (HR. Abu Daud no.
2050 dan An Nasai no. 3229. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits
tersebut hasan)
4- Menafkahi dengan Cukup
Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu
‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
Ų£َŁْ ŲŖُŲ·ْŲ¹ِŁ
َŁَŲ§ Ų„ِŲ°َŲ§ Ų·َŲ¹ِŁ
ْŲŖَ ŁَŲŖَŁْŲ³ُŁَŁَŲ§ Ų„ِŲ°َŲ§ Ų§ŁْŲŖَŲ³َŁْŲŖَ – Ų£َŁِ Ų§ŁْŲŖَŲ³َŲØْŲŖَ – ŁَŁŲ§َ ŲŖَŲ¶ْŲ±ِŲØِ Ų§ŁْŁَŲ¬ْŁَ ŁَŁŲ§َ ŲŖُŁَŲØِّŲْ ŁَŁŲ§َ ŲŖَŁْŲ¬ُŲ±ْ Ų„ِŁŲ§َّ ŁِŁ Ų§ŁْŲØَŁْŲŖِ
“Engkau memberinya makan sebagaimana
engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau
engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau
tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat)
selain di rumah” (HR. Abu Daud, no.
2142. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Hindun binti ‘Utbah, istri dari Abu
Sufyan, telah datang berjumpa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu
berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu orang yang sangat
pelit. Ia tidak memberi kepadaku nafkah yang mencukupi dan mencukupi
anak-anakku sehingga membuatku mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya.
Apakah berdosa jika aku melakukan seperti itu?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Ų®ُŲ°ِŁ Ł
ِŁْ Ł
َŲ§ŁِŁِ ŲØِŲ§ŁْŁ
َŲ¹ْŲ±ُŁŁِ Ł
َŲ§ ŁَŁْŁِŁŁِ ŁَŁَŁْŁِŁ ŲØَŁِŁŁِ
“Ambillah dari hartanya apa yang
mencukupi anak-anakmu dengan cara yang patut.” (HR. Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714)
5- Tidak Mudah-Mudahan
Minta Cerai
Dari Tsauban, ia berkata bahwa
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
Ų£َŁُّŁ
َŲ§ Ų§Ł
ْŲ±َŲ£َŲ©ٍ Ų³َŲ£َŁَŲŖْ Ų²َŁْŲ¬َŁَŲ§ Ų·َŁŲ§َŁًŲ§ ŁِŁ ŲŗَŁْŲ±ِ Ł
َŲ§ ŲØَŲ£ْŲ³ٍ ŁَŲَŲ±َŲ§Ł
ٌ Ų¹َŁَŁْŁَŲ§ Ų±َŲ§Ų¦ِŲَŲ©ُ Ų§ŁْŲ¬َŁَّŲ©ِ
“Wanita mana saja yang meminta talak
(cerai) tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, no. 2226; Tirmidzi, no. 1187; Ibnu
Majah, no. 2055. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Ingat pula kata Ibnu Taimiyah,
ŁَŲ§ŁŲÆَّŁَŲ§Ł
ُ Ų£َŁْŁَŁ Ł
ِŁْ Ų§ŁِŲ§ŲØْŲŖِŲÆَŲ§Ų”ِ
“Meneruskan lebih kuat daripada
memulai.” (Majmu’
Al-Fatawa, 32: 148)
Yang jelas, jika ingin mewujudkan rumah
tangga bahagia, berjalanlah di atas sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Semoga bermanfaat.
0 Komentar