Semangat beramal tidak hanya di
bulan Ramadhan saja . Seharusnya setelah Ramadhan, semangat ibadahnya dijaga terus kontinunya. Apakah shalat malamnya,
tilawah Al Quran, sedekah, rajin puasa sunnah, dan beramal sholeh lainya.
Biasanya begiru selesai Ramadhan kebanyakan
semangat beramal kita menjadi pudar,
Bahkan sampai yang wajib pun
ditinggalkan, apalagi sempat mengerjakan yang sunat
Karena ketaatan dikira musiman cuma
di bulan Ramadhan saja.
Lalu apa yang perlu kita lakukan?
Ibadah-ibadah di bulan Ramadhan
sekuat tenaga terus dijaga, dibuatlah
tetap kontinu dan ajeg.
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – دَخَلَ عَلَيْهَا
وَعِنْدَهَا امْرَأَةٌ قَالَ « مَنْ هَذِهِ » . قَالَتْ فُلاَنَةُ . تَذْكُرُ مِنْ
صَلاَتِهَا . قَالَ « مَهْ ، عَلَيْكُمْ بِمَا تُطِيقُونَ ، فَوَاللَّهِ لاَ
يَمَلُّ اللَّهُ حَتَّى تَمَلُّوا » . وَكَانَ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَيْهِ مَا
دَامَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah menemui ‘Aisyah dan di sisinya ada seorang wanita. Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya, “Siapa ini?” ‘Aisyah menjawab, “Si
fulanah yang terkenal luar biasa shalatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam pun bersabda, “Jangan seperti itu. Hendaklah engkau beramal sesuai
kemampuanmu. Demi Allah, Allah itu tidak bosan untuk menerima amalanmu hingga
engkau sendiri yang bosan. Sesungguhnya amalan yang paling disukai oleh Allah
adalah yang dikerjakan secara kontinu.” (HR. Bukhari no. 43 dan Muslim no.
485).
Hadits di atas mengandung beberapa pelajaran:
1- Dilarang memperbanyak ibadah sehingga membuat seseorang susah dan futur.
2- Hendaknya beribadah yang bersifat pertengahan, tidak memaksa dan tidak
terlalu meremehkan.
3- Sebaik-baik amalan adalah yang kontinu walau jumlahnya sedikit.
4- Ibadah yang sedikit namun kontinu lebih baik daripada ibadah yang banyak
namun terputus-putus.
5- Jika seseorang beristirahat atau memilih rehat atau melakukan hal
lainnya yang sifatnya mubah namun dengan maksud agar kuat kembali dalam ibadah,
maka itu dinilai baik.
Jadi tetaplah kontinu beramal setelah Ramadhan. Hanya Allah yang memberi
taufik.
Jadilah Rabbaniyyiin jangan jadi Ramadhaniyyin,
#Masuri#Paif KUA
Girisubo
0 Komentar